Postingan Acak

Tampilkan postingan dengan label Managing Stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Managing Stress. Tampilkan semua postingan

24 Juni 2009

Upaya menanggulangi stress

Menanggulangi stres bisa dilakukan dengan berbagai upaya, baik yang bersifat preventif maupun represif. Upaya - upaya tersebut dilakukan, baik secara fisiologis, psikologis, psikomatis, maupun secara agamis (religius). Cara - cara itu pernah dilakukan oleh para ahli sesuai dengan apa yang diperlukan oleh para penderita stres.

Sehubungan dengan upaya yang bersifat respresif (penyembuhan/pemulihan) perlu dipertimbangkan penyebab stres seseorang, baik faktor fisiologis, psikologis, faktor pendorong (predisposing factor) yang sudah ada sejak lama, maupun faktor pencetusnya (precipitating factor).


Upaya secara Fisiologis
yang dimaksud dengan upaya secara fisiologis adalah upaya yang menyangkut fisik/tubuh orang yang menderita stres. Upaya ini bisa bersifat preventif dan juga bersifat represif.

Upaya yang bersifat preventif antara lain adalah sebagai berikut :
  • Berhati - hati dalam hidup dan kehidupan supaya organ tubuh tidak rusak, karena organ tubuh yang rusak bisa menyebabkan stres.

  • Bekerja secara seimbang, check up kesehatan secara menyeluruh, menjalankan diet jika diperlukan dan sebagainya.

  • Melakukan latihan/praktek sehari-hari antara lain :

    • Beristirahat aktif, istirahat jalan - jalan, istirahat sambil kerja ringan, dan sebagainya.

    • Beristirahat pasif, misalnya istirahat dengan berbaring atau tidur, terutama tidur pada siang hari (tidur setengah jam pada siang hari pengaruhnya sama dengan tidur tiga jam pada malam hari).

    • Bila terasa letih karena bekerja / berolahraga, segera berbaring dengan posisi kaki diluruskan lebih tinggi daripada punggung.

    • Dalam keadaan menunggu, usahakan supaya tidak berdiri terus, melainkan juga berjalan - jalan, karena berdiri lebih meletihkan daripada berjalan.

    • Menghindari kekhawatiran - kekhawatiran yang kecil dan hal - hal sepele yang bisa berlangsung lama.



    Sedangkan upaya - upaya bersifat represif yang dapat dilakukan antara lain :


  • Melakukan pengobatan jangka pendek, seperti penggunaan obat anti masgul / cemas.

  • Melakukan pengobatan untuk pemeliharaan atau perawatan dengan cara :

    • a. Berkonsultasi dengan psikoterapi
      b. Mengadakan pengobatan sendiri (auto terapi)


    Readmore »» Upaya menanggulangi stress

    Akibat stress ...

    Stress bisa berlangsung dalam jangka waktu yang lama atau singkat, tergantung pada kemampuan seseorang untuk mengatasi, baik sendiri maupun dengan bantuan orang lain. Stres yang berlangsung lama bisa mengakibatkan gangguan jiwa (neurose) atau bahkan sakit jiwa (psichose).


    orang yang mengalami gangguan jiwa masih mampu merasakan kesulitan / kesukaran yang dialami dan masih hidup dalam alam kenyataan. Sedangkan orang yang menderita sakit jiwa menganggap bahwa ia tidak sakit (merasa dirinya normal), kepribadiannya tidak terganggu, dan sebagainya. Dr. Zakiah Daradjat, dalam buku Kesehatan Mental yang ditulisnya, memberikan contoh - contoh gangguan jiwa itu sebagai berikut.

      1. Neurasthenia (sakit payah)

      Ciri - ciri neurasthenia ini antara lain: seluruh badan terasa letih,lekas merasa payah, sering marah / menggerutu, sulit berkonsentrasi, sering lupa, peka terhadap cahaya dan suara sehingga mengalami kesulitan untuk tidur.


      2. Hysteria (pertentangan batin)

      Ciri - ciri gangguan jiwa ini antara lain orang mengalami pertentangan batin antara berbuat dan tidak berbuat, tekanan perasaan yang menyebabkan kejang (cramp), hilang kemampuan bicara, dan lain - lain.


      3. Psychosthenia (kurang kemampuan jiwa untuk tetap integrasi normal)

      Ciri - ciri orang yang terkena psychosthenia antara lain sering mengalami phobi (rasa takut yang tak masuk akal)dan obsesif (dikuasai oleh pikiran yang tak bisa dihindarinya).


    Readmore »» Akibat stress ...

    7 Mei 2009

    Stresss .....

    Pengertian Stress ...

    Stress dalam bahasa inggris berarti menekan, atau tekanan.
    Maka stress yang dimaksud adalah tekanan terhadap mental dan/rohani/batin yang sering dikenal dengan istilah tekanan batin/tekanan mental.
    Tekanan mental atau ketegangan mental tersebut sering terjadi manakala seseorang berhadapan dengan yang tidak sesuai/cocok dengan keinginannya
    sehingga yang bersangkutan terpaksa mengadakan adaptasi/penyesuaian. Dengan demikian secara umum stress dapat diartikan sebagai keadaan mental/jiwa
    yang dipengaruhi oleh peristiwa/keadaan luar sehingga menyebabkan seseorang terpaksa mengadakan adaptasi.



    Penyebab stress ...

    Penyebab stress bisa disebut dengan istilah stressor. Stressor bukan saja berupa hal - hal negatif (tidak dikehendaki), tetapi bisa juga hal - hal yang positif
    seperti peristiwa kehamilan, melahirkan anak, mengikuti ujian, dan lain sebagainya. Stress terutama disebabkan oleh dua faktor pokok yang saling berkaitan,
    yakni faktor fisiologis dan faktor psikologis.

    1. Faktor fisiologis

    Yang dimaksud dengan faktor fisiologis adalah penyebab stress yang bersumber dari tubuh/jasad sendiri, seperti kerusakan organ tubuh, cacat jasmani,
    dan sebagainya. Di samping itu stress juga bisa timbul karena kelelahan badan, misalnya akibat kerja yang tidak seimbang.

    2. Faktor psikologis

    Yang dimaksud dengan faktor psikologis adalah penyebab stress yang bersumber dari keadaan mental/rohani seseorang.
    a. Penyebab dari dalam diri sendiri karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi sehingga terjadi frustasi, konflik, gelisah,dan lain-lain.
    b. Dampak kultural, seperti lingkungan masyarakat modern yang ditandai oleh persaingan yang semakin ketat dalam berbagai segi kehidupan.


    Readmore »» Stresss .....