Sehubungan dengan upaya yang bersifat respresif (penyembuhan/pemulihan) perlu dipertimbangkan penyebab stres seseorang, baik faktor fisiologis, psikologis, faktor pendorong (predisposing factor) yang sudah ada sejak lama, maupun faktor pencetusnya (precipitating factor).
Upaya secara Fisiologis
yang dimaksud dengan upaya secara fisiologis adalah upaya yang menyangkut fisik/tubuh orang yang menderita stres. Upaya ini bisa bersifat preventif dan juga bersifat represif.
Upaya yang bersifat preventif antara lain adalah sebagai berikut :
- Beristirahat aktif, istirahat jalan - jalan, istirahat sambil kerja ringan, dan sebagainya.
- Beristirahat pasif, misalnya istirahat dengan berbaring atau tidur, terutama tidur pada siang hari (tidur setengah jam pada siang hari pengaruhnya sama dengan tidur tiga jam pada malam hari).
- Bila terasa letih karena bekerja / berolahraga, segera berbaring dengan posisi kaki diluruskan lebih tinggi daripada punggung.
- Dalam keadaan menunggu, usahakan supaya tidak berdiri terus, melainkan juga berjalan - jalan, karena berdiri lebih meletihkan daripada berjalan.
- Menghindari kekhawatiran - kekhawatiran yang kecil dan hal - hal sepele yang bisa berlangsung lama.
Sedangkan upaya - upaya bersifat represif yang dapat dilakukan antara lain :
- a. Berkonsultasi dengan psikoterapi
b. Mengadakan pengobatan sendiri (auto terapi)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar